<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Sugestinah</title>
	<atom:link href="http://sugestinah.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sugestinah.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan online Sugestinah di dunia maya</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:52:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng</title>
		<link>http://sugestinah.blogdetik.com/2011/07/23/kejaksaan-negeri-kejari-soppeng/</link>
		<comments>http://sugestinah.blogdetik.com/2011/07/23/kejaksaan-negeri-kejari-soppeng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sugestinah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sugestinah.blogdetik.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng mulai menyelidiki kasus dugaan mark-up dana bantuan sosial pembangunan Masjid Jampuserangnge, Cangadi, Kecamatan Liliriaja. Dana bansos tersebut bersumber dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sebesar Rp350 juta pada 2010. Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng A Taufik mengatakan, pihaknya masih sebatas penyelidikan karena mendapat laporan indikasi mark-up pada pembangunan masjid itu.
Berdasarkan laporan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>K<a href="http://sugestinah.blogdetik.com/2011/07/23/kejaksaan-negeri-kejari-soppeng/">ejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng</a> mulai menyelidiki kasus dugaan mark-up dana bantuan sosial pembangunan Masjid Jampuserangnge, Cangadi, Kecamatan Liliriaja. Dana bansos tersebut bersumber dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sebesar Rp350 juta pada 2010. Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng A Taufik mengatakan, pihaknya masih sebatas penyelidikan karena mendapat laporan indikasi mark-up pada pembangunan masjid itu.</p>
<p>Berdasarkan laporan yang diterima Kejari, bantuan itu hanya digunakan untuk pengerjaan fisik masjid 30% karena sebelum bantuan itu turun, pembangunan masjid sudah rampung sekitar 70%. Selain itu, banyak item pembangunan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan panitia terkait dana yang diserahkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo itu.<br />
<span id="more-9"></span></p>
<p>“Hanya sebagian kecil masjid tersebut yang dikerjakan, seperti plafon. Jika dikalkulasi, hanya sekitar 30%,”paparnya. Informasi yang diperoleh, hingga saat ini pembangunan masjid belum rampung karena adanya persoalan tersebut. Panitia lama yang dianggap bermasalah telah diganti dengan panitia baru. “Persoalan di sana,pengerjaan yang dilakukan panitia tidak sesuai bestek.</p>
<p>Pekerjaan yang dikerjakan tidak sesuai dana Rp350 juta itu,” ujar Ketua LSM Garda Bangsa Indonesia (LGBI) Rudi Amir Setta. Dia mengatakan, dari keterangan panitia pembangunan yang baru, dana yang tersisa dari panitia lama hanya sekitar 30% dari total dana Rp350 juta itu.</p>
<p>Bahkan, panitia juga menyisakan utang Rp30 juta. Selain itu, dalam laporan panitia dinyatakan bahwa ada pembangunan masjid, tapi nyatanya hanya renovasi. “Dalam laporan panitia juga disebutkan memakai tanah timbunan, tapi kenyataannya tidak ditimbun. Upah kerja juga tidak sesuai yang dilaporkan panitia pembangunan masjid,” tandasnya. Dia berharap Kejari Watansoppeng segera menuntaskan kasus tersebut. Demikian catatan online <a href="http://sugestinah.blogdetik.com/">Sugestinah</a> yang berjudul Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sugestinah.blogdetik.com/2011/07/23/kejaksaan-negeri-kejari-soppeng/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tim gabungan kepolisian</title>
		<link>http://sugestinah.blogdetik.com/2011/06/05/tim-gabungan-kepolisian/</link>
		<comments>http://sugestinah.blogdetik.com/2011/06/05/tim-gabungan-kepolisian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2011 05:27:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sugestinah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Tim gabungan kepolisian]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sugestinah.blogdetik.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Kontes SEO &#8211;&#62;&#62; Tim gabungan kepolisian, kemarin, terlibat kontak tembak di tepi Sungai Tambaro, sekitar 10 kilometer selatan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan dua buronan kasus penembakan polisi di Kota Palu. Dalam peristiwa tersebut, dua buronan, Fauzan alias Charles dan Dayat alias Gufron, keduanya warga Kota Palu, tewas ditembus peluru petugas. Kapolres Poso AKBP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/" target="_blank">Kontes SEO</a> &#8211;&gt;&gt; Tim gabungan kepolisian, kemarin, terlibat kontak tembak di tepi Sungai Tambaro, sekitar 10 kilometer selatan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan dua buronan kasus penembakan polisi di Kota Palu. Dalam peristiwa tersebut, dua buronan, Fauzan alias Charles dan Dayat alias Gufron, keduanya warga Kota Palu, tewas ditembus peluru petugas. Kapolres Poso AKBP Pulung Rohmadianto mengatakan, dari tangan tersangka, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata laras panjang jenis SS V2, sebuah magazine,dan amunisinya, sebilah parang, sepasang sepatu bot, sandal karet satu pasang,tujuh potong ayam bakar, dan sebotol air minum.</p>
<p>Kapolres memastikan, bahwa dua pria itu adalah Fauzan alias Charles dan Dayat alias Gufron. Fauzan memiliki ciri-ciri badankurus, rambutikalgondrong, kulit sawo matang dan bertato abstrak di lengan kiri bagian atas.Sedangkan rekannya Dayat alias Gufron memiliki tubuh berisi dengan tinggi sekitar 160 sentimeter, dan kulit agak putih.</p>
<p>Dia menjelaskan, sebelum kontak tembak terjadi, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat yang melihat dua orang mencurigakan. Setelah mendapat laporan itu, tim kepolisian yang terdiri dari Polres Poso, Polda Sulteng, dan Densus Mabes Polri sekitar pukul 10.30 Wita, langsung melakukan pengejaran dengan mengikuti jejak dua orang tersebut.<br />
<span id="more-8"></span></p>
<p>Setelah tiba di Bukit Buyungkele, tim kepolisian melanjutkan penyisiran ke arah Desa Lembomawo, dan akhirnya terlibat baku tembak.“Mereka yang menembak duluan. Kemudian anggota kami membalas dan terus mengejar mereka hingga akhirnya dilumpuhkan dan tewas,” ujar Pulung Rohmadianto melalui telepon seluler dari Poso kemarin. Dia menegaskan, Fauzan dan Dayat menjadi buronan kasus penembakan tiga polisi di depan BCA, Jalan Emy Saelan, Kota Palu pada 25 Mei.</p>
<p>Anggota polisi yang tengah berjaga di bank tersebut diberondong tembakan oleh empat pengendara sepeda motor. Dua polisi tewas sedangkan satu lainnya mengalami luka dalam peristiwa itu. Korban tewas adalah Bripda Januar Yudhistira dan Bripda Andi Irbar Prawiro sedangkan yang luka adalah Bripda Dedy Edwar.</p>
<p>Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap dua tersangka, yakni Haryanto dan Furqon di Kecamatan Palolo,Kabupaten Sigi.Satu tersangka AR ditahan polisi karena diduga menyembunyikan buron, memiliki bahan peledak, dan amunisi dalam kasus itu.Polisi menduga penembakan itu terkait dengan tindak pidana terorisme.</p>
<p>Dua jenazah tertembak di Poso akan dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sulteng.“Kita upayakan sesudah salat Ashar, dua jenazah akan kami bawa ke Palu,” kata Kapolres Poso AKBP Pulung Rohmadianto. Sementara itu, rumah tersangka kasus penembakan polisi, Fauzan di Jalan Sintuvu,Kota Palu, kemarin, masih sepi, kendati polisi telah menyatakan dia telah tewas dalam kontak tembak di Kabupaten Poso, Sulteng.</p>
<p>Namun, suasana duka terlihat di rumah itu.Orang tua Fauzan, Kamaria belum mau bertemu wartawan terkait dengan tewasnya anak ketiganya itu. Kakak Fauzan,Farid mengatakan, pihak keluarga mengetahui bahwa Fauzan tewas melalui pemberitaan di media elektronik. Awalnya, pada pukul 12.00 WITA, terang Farid, keluarga Fauzan mendapatkan informasi bahwa Fauzan tertangkap dalam keadaan hidup tanpa ada kontak tembak.</p>
<p>“Tadi kakak saya di Poso bilang,Fauzan sudah ditangkap dan tidak diapaapakan,” kata Farid. Mereka akhirnya tahu jika Fauzan tewas melalui berita di media elektronik yang menyiarkan bahwa polisi telah menembak mati dua tersangka penembakan polisi di BCA Palu, yakni Fauzan alias Charles dan Dayat alias Gufron.“Jika benar yang tertembak itu adalah adiknya, keluarga korban memohon agar jenazah Fauzan disemayamkan di rumah mereka diJalanSituvuPalu,”tandasnya. Dan support untuk <a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/category/kontes-seo" target="_blank">Kontes SEO</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sugestinah.blogdetik.com/2011/06/05/tim-gabungan-kepolisian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Warga Desa Rejosari</title>
		<link>http://sugestinah.blogdetik.com/2011/01/24/warga-desa-rejosari/</link>
		<comments>http://sugestinah.blogdetik.com/2011/01/24/warga-desa-rejosari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 05:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sugestinah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sugestinah.blogdetik.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Warga Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjaga areal persawahan yang terdapat pola aneh. Demikian pantauan Tribun Jogja yang berada di lokasi kejadian pada Senin (24/1/2011) dini hari.
Sejumlah orang berkumpul di jalan ataupun permukiman yang tak jauh dari lokasi sambil melihat-lihat dari kejauhan areal yang diduga jejak obyek terbang misterius atau yang keren [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Warga Desa Rejosari" href="http://sugestinah.blogdetik.com/2011/01/24/warga-desa-rejosari/" target="_self">Warga Desa Rejosari</a>, Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjaga areal persawahan yang terdapat pola aneh. Demikian pantauan Tribun Jogja yang berada di lokasi kejadian pada Senin (24/1/2011) dini hari.</p>
<p>Sejumlah orang berkumpul di jalan ataupun permukiman yang tak jauh dari lokasi sambil melihat-lihat dari kejauhan areal yang diduga jejak obyek terbang misterius atau yang keren disebut dengan unidentified flying object (UFO).<br />
<span id="more-7"></span><br />
Para warga beralasan ingin menjaga padi yang sudah menguning di lokasi tersebut. Salah seorang warga mengungkapkan, penjagaan dilakukan karena pada siang tadi banyak penonton yang nekat masuk ke areal persawahan dan menginjak-injak padi yang sudah hampir panen.</p>
<p>Kepala Dukuh Jogotirto Hartono mengatakan, Senin pagi nanti, pemerintah desa akan bertemu dan mengambil sikap. &#8220;Pak lurah dan camat akan mengadakan rapat koordinasi di kelurahan,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia belum mengetahui secara pasti apakah para warga yang sawahnya terkena dampak akan diajak berembuk besok pagi. Demikian catatan online <a title="Sugestinah" href="http://sugestinah.blogdetik.com/" target="_self">Sugestinah</a> tentang Warga Desa Rejosari.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sugestinah.blogdetik.com/2011/01/24/warga-desa-rejosari/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sungai Musi</title>
		<link>http://sugestinah.blogdetik.com/2010/12/31/sungai-musi/</link>
		<comments>http://sugestinah.blogdetik.com/2010/12/31/sungai-musi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 18:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sugestinah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sugestinah.blogdetik.com/2010/12/31/sungai-musi/</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Sungai Musi,terutama di kawasan muara sungainya,semakin dangkal.Pendangkalan ini disebabkan sedimentasi lumpur yang terbawa air Sungai Musi dan sejumlah anak sungainya.

Supervisor Pemanduan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Yan Suharyanto mengatakan, saat ini kondisi air Sungai Musi keruh dan bercampur lumpur. Lumpur yang tercampur air ini mengumpul di muara sungai, yakni di Selat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Sungai Musi,terutama di kawasan muara sungainya,semakin dangkal.Pendangkalan ini disebabkan sedimentasi lumpur yang terbawa air Sungai Musi dan sejumlah anak sungainya.<br />
<span id="more-6"></span><br />
Supervisor Pemanduan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Yan Suharyanto mengatakan, saat ini kondisi air Sungai Musi keruh dan bercampur lumpur. Lumpur yang tercampur air ini mengumpul di muara sungai, yakni di Selat Jarang dan Sungai Lais.“Kondisi alur Sungai Musi dalamnya bervariasi. Akan tetapi, yang sangat mudah mengalami pendangkalan sehingga mengganggu jalur penyeberangan letaknya di muara pertemuan antara Sungai MusidanSungaiLaisdiSelatJarang.</p>
<p>Jika mendangkal,kapal yang melintasbisaterganggu,” ujar Yandiruang kerjanya kemarin. Kapal berukuran besar yang masuk ke alur Sungai Musi dapat kandas karena pengendapan ini. Selain itu, kapal berukuran besar tidak dapat melintas di bawah Jembatan Ampera, terutama saat pasang tiba. Agar jalur Sungai Musi tetap akan dilintasi kapal besar, kedalaman air harus berada di atas 12 meter.</p>
<p>Sementara, agar dapat melintasi Jembatan Ampera, ketinggian antara dasar air dengan menara jembatan harus berada di angka 8 meter. Jika lebih dari ketentuan tersebut, kapal dipastikan tidak akan bisa melintas di bawah Jembatan Ampera karena tersangkut. “Kalau air lagi pasang yang naik mencapai 1,5 meter di atas normal,kapal dengan ketinggian 9 meter kurang 20 cm tidak bisa lagi melintas di bawah Jembatan Ampera. Untuk itulah,kita bekerja sama dengan Administrasi Pelabuhan (Adpel) memantau kapal agar tidak tersangkut di Jembatan Ampera,” tukas dia.</p>
<p>Setiap tahun, jelas Yan, agar alur Sungai Musi tetap aman untuk dilalui kapal, dibutuhkan pengerukan. Minimal pengalihan lumpur dilakukan setahun sekali, mengingat sedimentasi sangat tinggi yang tidak hanya disebabkan oleh lumpur melainkan juga sampah. “Kalau pengerukan untuk tahun ini ada dan akan segera berakhir. Namun,ke depan upaya pengerukan jugaharustetapdilakukanagarjalur tersebut aman,”paparnya.</p>
<p>Dia menambahkan, saat ini kondisi ketinggian arus Sungai Musi masih normal dan tetap bisa dilintasi kapal yang tingginya lebih dari 9 meter. Namun, jika hujan datang yang menyebabkan air pasang kapal tersebut tidak dapat melintas. “Saat ini umumnya kapal yang melintas di bawah Jembatan Ampera menaranya hampir di bawah 9 meter. Jadi, sampai saat ini masih aman.</p>
<p>Sementara, adanya batu bara yang tersangkut di tiang Jembatan Ampera beberapa waktu lalu karena kondisi air sedang pasang,” jelas dia. Bahkan,jika kondisi sungai lagi surut,ketinggian antara puncak air dengan jembatan bisa mencapai 12 meter. Akan tetapi, kondisi ini sangat jarang terjadi dan jika terjadi hanya pada musim kemarau. “Kita tidak dapat memprediksi kapan air naik dan turun mengingat cuaca yang tidak menentu.</p>
<p>Kita dapat melihatnya ketika sedang hujan atau kemarau,”tukas dia. Kasi Syahbandar Adpel Palembang Umar Juni menambahkan, untuk ketinggian Sungai Musi,saat ini sudah mulai naik berkisar 0,5- 1,5 meter. Kondisi ini akan lebih tinggi lagi jika turun hujan.Untuk itulah, kapal dengan ketinggian lebih dari 11 meter tidak bisa lagi melintas di bawah Jembatan Ampera.</p>
<p>Jika tidak menara kapal akan tersangkut jembatan. “Kalau ketinggian Sungai Musi sangat dipengaruhi hujan. Jika hujan turun bisa naik 1,5 meter dan kapal yang melintas dengan menara di atas 11 meter tidak bisa lagi,” tandasnya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sugestinah.blogdetik.com/2010/12/31/sungai-musi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Menteri Bawa Tunai Rp2,5 Miliar ke Wasior</title>
		<link>http://sugestinah.blogdetik.com/2010/10/10/dua-menteri-bawa-tunai-rp25-miliar-ke-wasior/</link>
		<comments>http://sugestinah.blogdetik.com/2010/10/10/dua-menteri-bawa-tunai-rp25-miliar-ke-wasior/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 10:54:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sugestinah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sugestinah.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri membawa uang tunai sebesar Rp2,5 miliar dari pemerintah pusat ke Wasior,ibu kota Teluk Wondama, Papua Barat.

Uang tersebut untuk membantu tahap tanggap darurat bencana banjir bandang di wilayah tersebut yang menewaskan lebih dari 100 orang. Bantuan uang tunai itu diserahkan langsung oleh dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri membawa uang tunai sebesar Rp2,5 miliar dari pemerintah pusat ke Wasior,ibu kota Teluk Wondama, Papua Barat.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Uang tersebut untuk membantu tahap tanggap darurat bencana banjir bandang di wilayah tersebut yang menewaskan lebih dari 100 orang. Bantuan uang tunai itu diserahkan langsung oleh dua menteri kepada masyarakat setempat saat meninjau lokasi banjir bandang di Wasior kemarin. Agung Laksono mengatakan, dirinya membawa Rp500 juta. Sedangkan Mensos Salim Segaf Al Jufri menyebutkan, dia membawa tunai Rp2 miliar. ”Bantuan tersebut bisa digunakan untuk meringankan beban korban banjir dan para pengungsi selama masa tanggap darurat,” kata Agung Laksono.Dia membantah pemerintah tidak cepat tanggap menghadapi dampak bencana banjir bandang di Wasior. Dia menyatakan, dirinya dan Mensos Salim Segaf Al Jufri mewakili pemerintah pusat untuk melihat langsung lokasi bencana.</p>
<p>”Kami ingin melihat sejauh mana tingkat kerusakan dan kondisi para korban banjir,” kata mantan Ketua DPR ini. Agung menegaskan, kunjungan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat yang sejak awal menaruh perhatian besar pada bencana tersebut. ”Jadi, tidak benar jika ada yang mengatakan pemerintah tidak cepat tanggap karena sejak awal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah bergerak menuju lokasi dan melakukan tahap tanggap darurat,” tandasnya. Dia menambahkan, dari hasil kunjungan tersebut, pemerintah akan mengkaji penyebab banjir dan kemungkinan relokasi warga pascabanjir. ”Kita akan melihat langsung apakah penyebab banjir bandang murni bencana alam atau memang karena pembalakan liar.</p>
<p>Selain itu, kita akan melihat apakah Kota Wasior pascagempa masih layak dijadikan tempat tinggal warga atau perlu dilakukan relokasi,”katanya. Agung juga menyampaikan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan meninjau langsung lokasi banjir bandang di Wasior. ”Presiden dalam waktu dekat ini akan datang,”katanya. Kedatangan Presiden untuk melihat langsung kondisi terakhir pascabanjir yang telah meluluhlantakkan Wasior.Namun, dia belum dapat memastikan kapan Presiden akan mengunjungi Wasior. Sementara itu, Gubernur Papua Barat Abraham Octovianus Rutureri membenarkan bahwa Presiden akan mengunjungi lokasi banjir Wasior.</p>
<p>”Menurut informasi sementara yang kami dapat, Presiden akan mengunjungi Wasior pada Rabu, Kamis, dan Jumat,” katanya. Hingga kemarin jumlah korban meninggal dunia akibat banjir meningkat menjadi 124 orang dan 123 orang masih dinyatakan hilang. Agung mengakui, kondisi Wasior pascabanjir bandang sangat memprihatinkan dan dipenuhi bebatuan,kayu, dan lumpur. Menurut dia,Wasior saat ini membutuhkan alat berat untuk menyingkirkan endapan lumpur dan mencari korban hilang. Pihaknya belum dapat memastikan kapan pencarian korban hilang akan dihentikan.”Kondisi ini akan kita sampaikan kepada Presiden setelah kembali ke Jakarta,”katanya.</p>
<p>Mensos Salim Segaf Al Jufri mengatakan, pemerintah akan memberi bantuan kepada korban banjir Wasior. ”Rp4 juta per korban tewas.Jika dalam satu keluarga ada dua korban tewas, maka dua dikali Rp4 juta, begitu juga seterusnya,” katanya seusai meninjau korban banjir di Wasior. Dia mengatakan, secara teknis belum bisa memastikan apakah santunan akan diberikan melalui pemerintah daerah atau langsung oleh pemerintah pusat. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang kini menjabat Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) meminta agar seluruh bantuan segera disalurkan kepada korban banjir bandang di Wasior.</p>
<p>Dia mengatakan,kendati bantuan telah tersalur dengan baik, para korban masih membutuhkan lebih banyak penyaluran bantuan. ”Apabila masih kurang, akan didatangkan dari gudang regional PMI yang ada di Makassar,” ujar Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.Kalla menuturkan, bantuan sudah mulai dibagikan kepada pengungsi yang berada di dermaga pelabuhan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sugestinah.blogdetik.com/2010/10/10/dua-menteri-bawa-tunai-rp25-miliar-ke-wasior/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.421 seconds -->

